Beranda > Keuangan Negara > ARTIS & PAJAK PENGHASILANNYA

ARTIS & PAJAK PENGHASILANNYA

Fenomena yang cukup menarik terjadi pada tanggal 9 Maret 2010 lalu, setelah dihebohkan dengan Rapat Paripurna tentang Bank Century dan unjuk rasa yang berujung ricuh, Gedung DPR-RI didatangi didatangi para artis yang meminta keringanan pajak kepada DPR.  Dalam kesempatan itu para artis yang diwakili oleh Anwar Fuadi mengatakan bahwa Pajak Penghasilan (PPh) yang dikenakan kepada artis sebesar 30 % terlalu tinggi dan memberatkan, selain itu para artispun mengaku juga dipotong oleh produser sebesar 5 %.

Ada yang perlu diluruskan dalam hal ini.  Pertama, tidak pernah ada aturan pajak yang khusus mengatur “PPh Artis”, sehingga penerapan aturan pajak yang diterapkan untuk para artis adalah sama dengan wajib pajak lainnya.  Dengan demikian dalam kaitannya dengan kewajiban membayar PPh, semua wajib pajak harus taat terhadap Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan.

Kedua, pengenaan tarif PPh sebesar 30 % adalah tarif yang dikenakan kepada wajib pajak orang pribadi terhadap bagian penghasilannya yang melebihi Rp. 500 juta.  Jadi, perlu difahami bahwa tarif PPh 30 % bukan saja dikenakan untuk para artis, tetapi kepada seluruh wajib pajak orang pribadi.

Ketiga, mengenai pemotongan 5 % oleh produser juga adalah hal yang dibenarkan oleh Undang-Undang, karena dalam hal ini produser adalah pemberi kerja yang diharuskan memotong penghasilan yang diterima oleh wajib pajak sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan.  Dalam dunia perpajakan, pemotongan seperti ini dikenal dengan istilah Withholding Tax atau Pajak Pot-Put (Potongan – Pungutan).  Namun demikian, wajib pajak termasuk para artis tidak perlu khawatir dengan potongan seperti ini, karena pada akhir tahun, potongan tersebut dapat dikompensasikan sebagai kredit pajak, sehingga akan mengurangi pajak terutang atau dapat direstitusi jika ternyata pajak yang telah disetor melebihi pajak terutang (lebih bayar).

Tarif PPh Orang Pribadi

Tarif pajak bagi wajib pajak orang pribadi di Indonesia diatur dalam pasal 17 UU Nomor 36 Tahun 2008, dengan menggunakan tarif progresif, sebagai berikut :

Lapisan Penghasilan Tarif
Ph ≤ 50 juta 5 %
50 juta < Ph ≤ 250 juta 15 %
250 juta < Ph ≤ 500 juta 25 %
Ph > 500 juta 30 %

Jika melihat tarif tersebut, sebenarnya pemerintah sudah menurunkan tarif PPh pasal 21 dari aturan sebelumnya yang mengenakan tarif 35 % terhadap bagian penghasilan yang melebihi Rp. 200 juta.  Cara menghitungnyapun harus dilakukan per lapisan penghasilan, misalnya Luna Maya memperoleh penghasilan selama 1 tahun sebesar 1 Milyar, maka perhitungan PPh untuk Luna Maya adalah sebagai berikut :

Lapis pertama, 5 % dikalikan Rp. 50 juta, yaitu Rp. 2,5 juta.  Lapis kedua, 15 % dikalikan Rp. 200 juta, yaitu Rp. 30 Juta.  Lapis ketiga, 25 % dikalikan Rp. 250 Juta, yaitu Rp. 62,5 Juta. Dan lapis keempat, 30 % dikalikan Rp. 500 Juta, yaitu Rp. 150 Juta, sehingga total PPh yang harus dibayar oleh Luna  Maya adalah Rp. 245 Juta, bukan Rp. 300 Juta yang merupakan hasil pengalian langsung 30 % dengan Rp. 1 Milyar.

Kategori:Keuangan Negara
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: